Di masa lampau, saya pernah tertarik dengan konsep multikultiralisme. Berdiskusi dengan sahabat-sahabat, membaca buku dengan bergairah, hingga terajak ke Jerman untuk studi singkat tentang multikulturalisme.
Di masa kini, saya hanya mencoba ‘mempraktekkan’. Entah sesuai konsep atau tidak. Kata suami saya, jangan terpenjara dengan konsep. Lakukan saja.
Kemarin, sekelompok mahasiswa bersemangat mengundang saya untuk kelas memasak dengan orang asing, dalam rangka mempromosikan multikulturalisme.
Sederhananya, saya mengajar membuat nasi goreng dari Indonesia, dan orang Jepang ganti memasak Takoyaki. Lalu kami bertukar makanan dan saling mengobrol.
Ya, saya, sih, senang-senang saja. Wong yang hadir teman-teman saya juga, sih, hehe.