
Setelah hampir empat tahun, Senin, 1 Juni 2015, saya kembali berkantor di Gedung Sapta Pesona. Ya, saya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Pariwisata. Setahun saya sekolah di Belanda, 3 tahun saya cuti di luar tanggungan negara ikut suami sekolah di Jepang.
Apa yang membuat saya betah kerja di sini? Jawabnya: passion.
Awalnya, saya mendaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (2005/2006), karena saya tertarik dengan Kebijakan Budaya (Cultural Policy). Skripsi saya saja tentang Industri Musik dalam Struktur Kapitalisme Global (2004). Pariwisatanya? Sesimpel hobi saya jalan-jalan. π
Sekarang pun, walaupun nomenklatur kementeriannya berubah, saya tidak kehilangan gairah. Saya masih terobsesi bagaimana kita – bukan hanya saya – bisa bahagia di dunia. Salah satu caranya: jalan-jalan, traveling, berwisata, mblakrak, apapun itu namanya. Saya membayangkan Indonesia sebagai rumah yang membahagiakan tuan rumahnya – tentu saja ini termasuk soal kesejahteraan – dan para tamunya. Mereka berinteraksi, saling belajar, saling menguntungkan, saling menghargai, dan akhirnya saling menyayangi.
Hmmm, terbayang dunia yang damai ya. #imagine π
Doakan supaya gairah saya terus menyala, ya. Kalau ada masukan, saya ingin lho mendengar.