Pariwisata Bagi Palestina

palestina

”Tourism for us, is a support.”
(Fariz Mehdawi, Palestine’s Ambassador to Indonesia, 2016)

Dua hari kemarin (12-13 April 2016),
saya disibukkan dengan kedatangan rombongan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina. Mereka datang ke Indonesia disponsori JICA (Japan International Cooperation Agency). Tujuannya, belajar tentang pariwisata Indonesia (yang dianggap jauh lebih maju) sekaligus promosi potensi pariwisatanya lewat Seminar Pariwisata Palestina.
Pariwisata adalah harapan Palestina, begitu disampaikan para delegasi. Kelak ketika mereka benar-benar lepas dari penjajahan Israel, sektor pariwisata lah yang bakal jadi andalan untuk menopang perekonomian Palestina. ”Kami tak punya minyak atau gas,” jelas Direktur Jenderal Bidang Promosi Dan Media Palestina. Sementara begitu banyak peninggalan bersejarah bertaburan di Palestina. Mulai dari tempat lahir Yesus di Betlehem sampai Masjid Al-Aqsa.
Palestina berharap orang-orang Indonesia mau berwisata ke sana. Mengenal orang Palestina secara langsung, bergabung dalam keriaan festival, menikmati kuliner yang lezat, belanja barang kerajinan tangan. Dengan cara itu, orang Indonesia sudah berkontribusi kepada mereka, terutama secara finansial.
Delegasi Palestina bukannya tak paham bahwa keamanan adalah esensial dalam pariwisata. Mereka juga sangat mengerti bahwa wisatawan tak bakal bebas datang ke Palestina, diawasi ketat oleh tentara Israel mulai dari perbatasan. Tapi, mau bagaimana lagi, inilah salah satu harapan mereka untuk membangun negerinya.
Seperti yang ditegaskan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam sambutannya di Seminar Pariwisata Palestina kemarin, “Tourism for us, is a support.”
Berani jalan-jalan ke Palestina? 😉

image

Delegasi Palestina mendengarkan strategi pariwisata Indonesia.

image

image

image

Promosi potensi pariwisata Palestina.

image

image

image

image

 

Leave a comment