Kerja Sama Bilateral Bidang Pariwisata antara Indonesia dan Singapura

P_20161114_111659

  1. Profil Republik Singapura

Singapura adalah negara-pulau tetangga Indonesia. Bisa ditempuh dengan kapal kurang lebih sejam dari Batam. Bisa pula ditempuh dengan pesawat kurang lebih sejam dari ibukota Jakarta. Hal ini menjadikan Singapura destinasi wisata yang populer bagi orang Indonesia, begitu pula sebaliknya.

 

(Sumber: http://travel.nationalgeographic.com/travel/countries/singapore-guide/)

 

Republik Singapura saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Lee Hsien Liong. Negara-kota yang beribukota di Singapura ini memiliki luas wilayah 716 km2 dengan perairan hanya 1,4% luasnya. Jumlah penduduk Singapura adalah 5.535.000 orang, dengan tingkat kepadatan penduduk ke-3 di dunia, yaitu 7.697/km2. Masyarakatnya cukup multikultur, didominasi etnis Cina (74,1%), lalu Melayu (13,4%), dan India (9,2%). Walau mengakui Bahasa Mandarin, Melayu, dan Tamil sebagai bahasa resmi, penggunaan Bahasa Inggris adalah yang utama.

Dari segi ekonomi, pada tahun 2014 total produk domestik bruto (setelah dibandingkan dengan keseimbangan kemampuan berbelanja – KKB) Singapura adalah $452.686 miliar. Sedangkan PDB per kapitanya mencapai $82.762, tertinggi ke-3 di dunia (IMF, 2014). Kemajuan ekonomi Singapura ini bertumpu pada industri jasa keuangan, manufaktur, dan penyulingan minyak. Selain itu, pariwisata juga merupakan bagian besar perekonomian Singapura.

2. Pariwisata Singapura

Besarnya potensi pariwisata di Singapura ditangani langsung oleh Singapore Tourism Board (STB), lembaga resmi di bawah Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

(Sumber: https://www.stb.gov.sg/)

 

Kampanye Pariwisata Singapura untuk Pasar Indonesia dan Malaysia

(Sumber: https://www.stb.gov.sg)

 

Pada tahun 2014, Singapura menarik kunjungan 15,1 juta wisatawan asing Jumlah wisatawan ini hampir tiga kali lipat penduduk negara-kota ini. Sedangkan devisa yang didapatkan dari sektor pariwisata adalah 23,5 milyar S$. Menariknya, jumlah terbesar wisatawan yang datang ke Singapura berasal dari Indonesia, yaitu sebesar 3,023 juta orang (STB, 2014). Baru kemudian disusul oleh wisatawan Tiongkok (1,7 juta), Malaysia (1,2 juta), Australia (1 juta), dan India (943 ribu).

(Sumber: STB/http://ftnnews.com/other-news/25189-singapore-s-tourism-receipts-grew-despite-drop-in-arrivals.html)

 

Apa yang ditawarkan Singapura sehingga wisatawan asing datang berduyun-duyun ke sana? Wisata belanja, kuliner, MICE, judi, pendidikan, dan tentu saja wisata kesehatan. Wisata kesehatan mendatangkan sekitar 200 ribu wisatawan asing dan menghasilkan 3 milyar US$ setiap tahunnya.

Turis Berfoto Di Patung Merlion, Ikon Singapura (Sumber: www.gettyimages.com)

 

Singapura di Waktu Malam

(Sumber: http://travel.nationalgeographic.com/travel/countries/singapore-guide/ )

3. Potensi Kerja Sama Pariwisata antara Indonesia dan Singapura

Singapura adalah negara ranking satu penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia. Pada tahun 2014, wisatawan Singapura yang datang ke Indonesia sebesar 1.519.223 orang. Jumlah ini meningkat 10,12% dibanding tahun 2013 yaitu sebanyak 1.634.149 orang.

(Sumber: Pusdatin Kemenparekraf dan BPS)

 

Uang yang dibelanjakan wisatawan Singapura adalah US$ 1,049 milyar (BPS, 2013). Mereka menyukai wisata belanja, tamasya (sightseeing), kecantikan dan kesehatan, serta tentu saja kuliner.

Destinasi favorit wisatawan Singapura adalah Batam (903.543 orang), Jakarta (191.289), Bali (159.337), dan Surabaya (35.601). Saat ini terdapat 4 maskapai nasional dan 4 maskapai asing yang menghubungkan Singapura dengan Indonesia ke 14 destinasi (Jakarta, Surabaya, Medan, Bali, Bandung, Pekanbaru, Jogja, Solo, Makassar, Semarang, Lombok, Manado, Palembang, dan Balikpapan).

Untuk menggaet lebih banyak wisatawan Singapura, Indonesia – dalam hal ini Kementerian Pariwisata – aktif mengikuti pameran pariwisata di Singapura, antara lain NATAS Travel Fair dan NATAS Holiday Fair, serta pada Mei-Juni 2015, Bandara Changi di Singapura bertemakan pariwisata Indonesia.

Mempertimbangkan potensi Singapura sebagai pasar utama wisatawan mancanegara dan juga kemajuan negara tersebut dalam mengelola destinasinya, maka kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Singapura negara sangat diperlukan.

4. Kerja Sama Bilateral Bidang Pariwisata

Pada tanggal 29 September 1994 di Yogyakarta, Menteri Koordinator Bidang Industri dan Perdagangan RI, Bapak Hartarto, dan Wakil Perdana Menteri Singapura waktu itu, Mr. Lee Hsien Loong, telah menandatangani Perjanjian Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Singapura Mengenai Kerja Sama Di Bidang Promosi dan Pengembangan Pariwisata (Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Singapore on Cooperation in the Promotion and Development of Tourism).

Lingkup kerja sama dalam perjanjian tersebut adalah: (a) Tujuan wisata; (b) Promosi dan pemasaran bersama; (c) Pengembangan Obyek Wisata dan Prasarana; (d) Pengembangan Bersama Pelayanan Udara; (e) Pertukaran Tenaga Penasihat, Tenaga Ahli, dan Teknisi; (f) Pertukaran Informasi; dan (g) Pembentukan Kantor Wisata.

Pada Pertemuan Bilateral Bidang Ekonomi RI-Singapura tanggal 4 Januari 2011 di Jakarta, disepakati pembentukan  6 kelompok kerja (working groups) dan sektor pariwisata masuk kedalam “Working Group on Tourism” dengan lead adalah Singapura. Disepakati Working Group on Tourism paling tidak 6 (enam) bulan sekali untuk semakin mendorong kerja sama di bidang pariwisata. Pertemuan Bilateral Bidang Ekonomi ini dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian dan aktif dihadiri Kementerian Pariwisata.  

Adapun hal-hal yang telah dilaksanakan berkaitan dengan WG on Tourism dimaksud adalah:

  • Pada 12 April 2012, Indonesia telah menyelenggarakan cruise workshop yang mengundang organisasi pariwisata negara-negara ASEAN termasuk Singapura.
  • Selanjutnya pada The 3rd RI-Singapore Economic Ministerial Meting di Hotel Borobudur Jakarta tanggal 8 April 2013 disepakati satu hal lagi dalam kerja sama pariwisata kedua negara. Selain wisata kapal pesiar, Indonesia dan Singapura sepakat untuk bekerja sama dalam kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).
  • Pada tanggal 6-8 Oktober 2013 telah diselenggarakan Famtrip Cruise lines diikuti oleh 9 peserta dari cruise lines yang berbasis di Inggris, Amerika dan Australia. Kegiatan ini dikoordinir oleh Singapore Tourism Board dan Indonesia adalah salah satu dari empat negara yang dikunjungi.

 

Pariwisata Menjadi Fokus Utama Dalam Kerjasama Bilateral Indonesia – Singapura Saat Kunjungan Presiden RI Ke Singapura, 28 Juli 2015

(Sumber: http://vibizmedia.com/wp-content/uploads/2015/07/Penyerahan-sertifikat-700×457.jpg)

 

Logo “Wonderful Indonesia” Hiasi Bandara Changi, Singapura, Oktober 2015 (Sumber: http://www.beritasatu.com/food-travel/317885-logo-wonderful-indonesia-hiasi-singapura.html)

Leave a comment