Dari tanggal 22 Mei aku ada di Sydney. Agendanya, hadir Adobe Symposium. Adobe adalah perusahaan digital yang jadi partner kerja Kemenpar. Di sini, aku “dipaksa” belajar digital marketing. Sebagai pemula, perlahan aku mulai mengerti. Dunia yang berubah, teknologi yang makin canggih, perubahan alat hidup. Tapi tetap: manusia adalah pusatnya.

Serunya, Adobe Symposium diadakan di dalam Sydney Opera House. Iya, SOH yang legendaris itu. Jadilah aku mendengarkan ceramah digital marketing seakan mendengar konser. Oh ya, aku sempat ikut pre activity singing class pula, di dalam ruangan tempat para penyanyi opera biasa berlatih.

Saat kelas Digital Marketing Strategy, aku ketemu perempuan asal Selandia Baru. Dia antusias cerita pernah tinggal di Jakarta selama dua tahun waktu remaja. Terus, dia pernah ke Madura! Waduh, ada juga yang mau mampir Madura (ini pasti kata suamiku hehehee). Dia kaget banget waktu aku bilang aku lahir dan menghabiskan masa kecil di Madura. “Madura pulau yang sangat cantik,” katanya.

Setelah tiga hari belajar dan bertemu beberapa pihak (KJRI, airlines, dsb), akhirnya ada waktu jelajah Sydney. Ini pertama kali aku ke Australia, lho, jadi ngerasa penasaran juga. Opera House sudah dimasuki, Darling Harbour sudah dijejak, Chinatown sudah dilalui pula. Mau ke mana lagi kita? Mumpung cuaca lagi ramah di Sydney. Meski katanya musim dingin, tapi matahari bersinar cerah dan cuaca relative hangat (16-20 derajat Celcius).


Aku dan teman-teman kantor putuskan naik kapal ferry ke Kebun Binatang Taronga. Tata, temanku yang paling imut, pengen lihat koala katanya. Dan ternyata, koala memang lucu banget saudara-saudara. Bulunya tebal dan tigkah polahnya menggemaskan (kayak aku suka binatang aja :-P). Ada binatang-binatang lain khas Australia seperti kanguru dan wallaby.

Tapi, yang bikin sedih waktu di Taronga, ada banyak anak-anak. Aku langsung ingat anak-anakku di rumah, huhuhu. Apalagi saat bersamaan Ayal lagi wisuda kelulusan SD. Sedih rasanya nggak bisa hadir saat penting begini. Aku menghibur diri bahwa yang aku lakukan adalah juga ibadah, mengejar ilmu. Kata suamiku, kalau Ayal ditanya ibu-ibu temannya di sekolah, dia bilang, “Ibun lagi ada tugas dari negara.” Hehe, semoga Allah selalu memberikanmu jalan hidup yang baik dan manfaat, nak.

Pulang dari Taronga Zoo, kami mampir ke Museum of Contemporary Art di pelabuhan. Biaya masuk museum empat lantai ini gratis. Lihat, ini karya seni favoritku di sini.

Baiklah, sekarang waktunya kerja lagi, nih.
Sydney, 26 Mei 2017