Jelajah Taman Nasional Komodo (2)

Hari ke-2

Jam 4 pagi, kami sudah berangkat dengan speedboat ke Gili Lawa. Rencananya, mau lihat bintang dan matahari terbit. Aku udah datang duluan sebelum yang lain. Terlalu semangat kayaknya. Tapi semangat itu langsung runtuh begitu harus mendaki bukit di Gili Lawa. Gelap dan terjal. Udah kebayang jatuh ke laut aja. πŸ˜€
Jadilah aku yang paling terakhir sampai puncak Gili Lawa. Itu juga dibantu Mas Wahyu dan Pak Aji. Sekitar jam 5 pagi aku di puncak Gili Lawa.
Para influencers yang pada fit itu udah pasang segala macam gawainya buat menangkap sunrise. Ada yang bolak-balik ke ujung bukit lainnya, ada yang pose yoga menantang di ujung tebing. Ngeri-ngeri sedap lah pokoknya. Semua demi dapat konten/foto bagus di akun medsos mereka. Memang nggak ada yang mudah ya di dunia ini. Ya, semoga sepadan aja hasilnya, mereka kan dibayar ke sini pakai uang rakyat Indonesia.
Upaya menanti matahari terbit nggak sia-sia. Srmburat warna jingga dan oranye bertebaran di langit. Sekitar pukul 06.20, matahari yang kuningnya kayak telor ceplok muncul dari balik horison. Tandanya waktu sholat subuh sudah usai. πŸ˜€
Untungnya, turun bukit kami pakai rute lain, nggak securam waktu naik. Nanti lihat ya foto-foto indahnya. Entah kapan bisa ke sini lagi. I love you, Indonesia.

P_20170830_064207P_20170830_061410P_20170830_054004_LLP_20170830_065344

Gili Lawa, 30 Agustus 2017

Leave a comment