Tuntas

Kalimat terakhir yang Abah ucapkan padaku via videocall adalah, “(Ayo) Kita tuntaskan.” (masih gemetar kalau ingat ini benernya)

Memang orangnya begitu. Selalu pengen menyelesaikan sesuatu dengan sempurna, tuntas. Perfeksionis. Itu karena Abah nggak pengen menyisakan masalah, yang takutnya merepotkan orang lain.

Ya, kepergianmu juga benar-benar tuntas, nggak menyisakan masalah, Bah.

Pertama, urusan anak-anak. Aku baru sadar bahwa anak-anak baligh itu tahun lalu, ya. Ilham yang dianggap terlalu cepat baligh (kita ledekin karena lebih cepat dari Ayal). Ayal yang akhirnya menstruasi menjelang ulang tahunnya yang ke-15, fiuh (sudah konsultasi sama dokter bolak-balik). Masya Allah, Abah tuntas menemani masa kecil anak-anak – dengan predikat magna cum laude . Tugasku sebenarnya lebih ringan (thanks, Bah ), menemani anak-anak menjelang dewasa. Yang sebenarnya ketika baligh, kewajiban dalam Islam merupakan tanggung mereka sendiri ( Ayal, Ilham). Aku yakin mereka akan tumbuh jadi manusia baik, berkat didikanmu di masa kecil.

Kedua, urusan keuangan rumah tangga. Sebagian besar hutang kami lunas sampai akhir tahun 2020. Waktu itu Abah bilang memang akan memulai hidup baru tahun 2021 karena sudah lebih ringan secara keuangan. Ternyata ini maksudmu ya, Bah 沈. Ada beberapa printilan tagihan kartu kredit yang nggak terlalu besar. Amaaan, bah, aku tuntaskan. Biar kamu ringan di alam kubur. Paling yang jadi ganjalan adalah cicilan rumah. Aku bingung mesti nelpon siapa, berkasnya di mana. Ndilalah, kemarin siang pegawai BTN datang ke rumah, mau nagih cicilan tentu aja. Wah, leganya. Aku ceritakan aja masalahnya. Kami akan selesaikan segera ini begitu surat kematian keluar (duh moga2 cepat keluar dari kelurahan). Alhamdulillah. Kalau ada sisa cicilan rumah, insyaallah aku sanggup. Karena keuangan aman, aku bisa “berangkatkan” kamu haji, Bah (badal haji) dan fokus sama pendidikan anak2.

Ketiga, urusan pekerjaan. Baru aja kudengar kalau Program Studi Ilmu Pemerintahan Untirta dapat akreditasi A. Masya Allah, aku ingat jelas Abah ngotot bawa laptop waktu kuantar ke RS. Katanya mau selesaikan masalah akreditasi IP. Benar-benar kamu tuntaskan, Bah, dan dapat hasil terbaik. Untuk sebuah program studi baru, yang memang Abah angankan sejak baru masuk Untirta, itu keren banget, sih. Semoga penerusmu bisa melanjutkan cita-citamu menjadikan IP Untirta sebagai nomor 2 setelah IP UGM, hehe.

Kamu benar, Bah. Kalau menuntaskan suatu masalah, kita nggak cuma nggak merepotkan. Kita bahkan bisa mewariskan kebaikan. Makasih ya, bah. ❤

Tangerang, 9 Maret 2021

Leave a comment