Akta Kematian

Hai, Abaho. Apa kabar? Pasti baik-baik, lah. Pasti hepi. Kan sudah sama Allah, Sang Maha Pengasih. Dikirimi ribuan doa dari berbagai penjuru bumi pula. I am sure that you are in a good place now.

Sudah lebih dari sebulan Abah pergi. Jangan ditanya sedihnya kami. Kamu pasti sudah lihat kami dari alam sana, bah. Tapi kamu juga lihat kan, kami berusaha melanjutkan hidup dengan baik. Ayal sekolah dengan rajin, belajar keras, biar bisa sekolah dan tinggal di luar Indonesia sesuai harapanmu. Ilham ya pasti sekolah lah, dan mengurus kucing-kucing kesayanganmu. Aku? Ya gini aja, berusaha menuntaskan tanggung jawab: merawat anak-anak, mencari nafkah, menyelesaikan hutang piutangmu, menjaga warisanmu, menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang kau sayang.

Salah satu yang aku lakukan adalah mengurus surat kematianmu. Untung dibantu Tante Ira. Berkas-berkas (copy KTP, KK, surat keterangan dari RS) yang dibutuhkan sudah dikasihkan Mas Bambang Ketua RT, nggak lama setelah kamu pergi. Eh, udah dua minggu kok nggak ada kabar. Padahal aku butuh banget buat ngurus pensiun dan bank. Nggak enak banget tiap hari nagih ke Mas Bambang.

Akhirnya kemarin Jumat aku datang ke kantot Kelurahan Rawajati. Nunggu bentar karena kepagian, akhirnya sekitar jam 8 aku ketemu pegawai Dukcapilnya. Eh, ternyata udah jadi. Alhamdulillah.

“Bu, mau sekalian diurus KTP Ibu?” tanya sang petugas.

“Eh, memang perlu ganti?” jawabku.
Laki-laki bertubuh agak tambun itu kelihatan sungkan.

“Maaf bu, tapi statusnya kan sudah ganti, jadi cerai mati.”

Deg. 

Jangan ditanya sedihnya. Melihat mataku yang berkaca-kaca, petugasnya malah merasa bersalah dan bolak-balik minta maaf, bilang ini sudah prosedurnya. Aku bilang ya nggak apa-apa, sudah kewajiban si bapak.

Akhirnya sekalian saja aku dicetakin KTP baru, KK baru (tanpa namamu, Bah, kini aku Kepala Keluarga), dan KTP anak-anak.

Aku harus menerima kenyataan, bahwa kamu memang sudah nggak ada di dunia fana ini, Bah. Tapi Abah selalu di hati dan pikiran kami. Dan pastinya ada dalam pelukan Allah. Semoga kami bisa menyusulmu dalam keadaan pantas.

Jakarta, 15 Maret 2021

Leave a comment