Pandeglang

Aku lagi di rumah Eni, Pandeglang. Mau ke makam Abah. Kadang masih nggak percaya Abah sudah pergi. Kadang masih merasa semua kayak mimpi. Surreal, mengutip Ayal.

Abah dimakamkan di makam keluarga di daerah Maja. Ini masih sekitar kaki Gunung Karang, gunung berapi tertinggi di Provinsi Banten. Abah juga kayaknya lahir di daerah sini, dekat rumah Mbah-Eni. Orang tua Abah memang pindah ke Maja setelah sebelumnya bertugas di tepi pantai di Labuan, masih Pandeglang.

Hubungan Abah dengan Pandeglang semacam “Love and Hate Relationship”. Abah benci sama kemiskinan di sini, sama mismanajemen, sama dinasti politiknya, kadang sama budaya orang-orangnya. Tapi di sisi lain, kupikir kebencian itu karena Abah sangat mencintai tanah kelahirannya.

Abah tahu Pandeglang adalah tanah yang subur untuk ditanami apapun – sentra beras terbesar di Banten; air yang segar untuk mengaliri sawah ala Ubudnya; udara yang sejuk tak kalah dengan Puncak; laut yang indah dan penuh ikan; dsb. Abah mengenal orang-orang Pandeglang yang punya keinginan untuk maju, sebagiannya berasal dari Menes, kampung halaman orang tua Abah.

Abah gelisah, kenapa karunia dari Tuhan ini masih terjebak dalam kemiskinan dan kebodohan? Apa tidak ada yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya? Setiap pulang ke Pandeglang, Abah selalu merasakan itu. Walaupun kadang justru Abah menghindari topik ini.

Allah pasti sudah mencatat, Bah, bahwa kamu nggak sekedar gelisah. Abah sudah mencoba jalur politik menjadi anggota DPD walaupun gagal (aku ingat blusukan kampanye ke pelosok Pandeglang). Abah sudah mencoba jalur akademik dengan mendidik putra-putri Pandeglang di Untirta maupun jadi dosen tamu di kampus-kampus kecil di sini. Abah sudah mencoba jalur organisasi dengan membina anak-anak muda Pandeglang di ILUNI UI Banten, Forkoma UI Banten, dsb.

Kini jasad Abah sudah bersemayam di tanah tercintanya. Di hari engkau dikebumikan, rintik hujan turun, mendung menggelayuti, kemudian matahari cerah kembali. Bumi Pandeglang menerimamu dengan tersenyum, Bah.

Leave a comment