Lega

Setelah menjalani hari-hari yang cukup berat, minggu ini aku merasa lega, Abaaah.

Pertama, urusan pekerjaan. Kegiatan2 yang mau dilelangkan sudah beressss. Bergeraklah roda perekonomian bangsa. Jokowi mesti makasih sama aku, Bah, ini baru bulan Maret, lho.  Thanks anyway for my superteam.

Kedua, urusan yang ditinggalkan Abah.
Kemarin pagi dapat pesan whatsapp dari Kecamatan, Surat Keterangan Ahli Waris sudah jadi. Alhamdulillah. Ini dokumen yang dibutuhkan buat menyelesaikan urusan bank. Total aku butuh waktu seminggu untuk minta tanda tangan mulai dari RT, RW, Kelurahan, dan akhirnya Kecamatan. Fiuh, negeri ini. 

Urusan dokumen untuk Taspen juga sudah lengkap, termasuk Surat Keterangan Janda dari Kelurahan (iya, ada ). Dokumen2 ini udah kuserahkan ke Kepegawaian Untirta via Teh Dian. Dan kamu mesti bangga sama aku, Baho, aku ngurus semuanya sendiri. (Orangnya haus pujian, bah) Hebat kan aku nggak manja, meskipun capek, soalnya yang biasa mijitin udah nggak ada, sih, hiks. Masih harus urus beberapa hal, tapi “basic”-nya udah. Lega.

Lalu, urusan 40 hari Abah. Ini penting nggak penting, tapi kudu dijalani. Benernya juga nggak terlalu berat, karena banyak orang membantu. Aku tinggal pesan yasin, souvenir, dan cemilan/snacks aja (itu juga pesen ke temen). Pengajian keluarga udah diurusin keluarga di Pandeglang. Untuk keluarga di Jakarta dan Surabaya, dikirimi bingkisan aja, dibantu Ira juga. Di rumah Tangerang – rumahnya Abah , aku bikin pengajian kecil-kecilan. Undang anak-anak pondok sekitar sini. Ya Allah, kok baru tahu kalau mereka anak-anak putus sekolah dari pelosok yang mengaji di sini. Kamana bae, neng.  Berkah Abah, banyak silaturahmi terjalin setelah kepergianmu, Bah. Untuk tetangga dan satpam kompleks, aku kirim nasi berkat dan yasin aja. Gak berani ngumpul juga. Oh ya, teman2 kita di sekitar sini udah ya Bah: Rendra temen SMA, Djadjat Kessos yang bolak-balik datang pas aku sakit n kamu wafat, terus Sita dan Bondan teman kita di Kyoto. Ilham yang nganterin dibonceng Teh Elah. Bondan pangling lihat Ilham, katanya udah bongsor. 

Oh ya terus pengajian online, sudah diadakan ILUNI UI Banten. Plus acara dari Untirta Press, sekalian launching buku “Membaca Abdul Hamid”. Cieee dibikinin buku, nih. Beneran ya, Bah, setelah baca tulisan2 di buku itu, ternyata elo keren beud. (Abah kayaknya bakal bilang, butuh orang lain yang ngakuin dulu yak baru lo percaya ) Dua acara ini juga dihadiri sahabat-sahabat kita. Duh, kalau ada Abah, pasti kita ngegosip semalaman. Daaan, Eni kasih sambutan bagus banget. Paham kenapa kamu keren, Bah. 沈

Terakhir, aku merasa lega karena akhirnya merasa bisa mengasuh, eh menemani anak-anak. Setelah sebelumnya di puncak kelelahan aku marah sama anak-anak, meskipun kemudian baikan sambil nangis-nangisan. Tapi beberapa hari ini udah nggak sih, mungkin udah gak PMS hehehe. Aku terima raport Ilham bareng anaknya, menghadapi segala emosinya, dan aku pikir cukup baik (bandingkan sama semester lalu pas ada kamu, yang aku sampe nangis -> nangis mulu Ibun). Masih panjang sih urusan emosi dan akademik Ilham, cuma bismillah, bisa ditangani, semoga ada jalan yang baik. Sama Ayal, juga bisa, nemenin nonton film China sukaannya maksudnya. 藍  Good series anyway, I think you will like it, Bah. I love them, Bah, you know that. And I will do anything to ensure that they live a good life.

Semoga kamu lega, Bah.

Tangerang, 26 Maret 2021

Leave a comment