Kemarin rasanya aku hancur banget. Gigi sakit, kaki nyeri, badan demam, pikiran stress (karena BNI tentu aja ). Di kasur, aku udah mikir enaknya nyusul Abah aja. Kayak Abah mau nerima aku aja hehe.
Mungkin kecapekan kali, ya. Beberapa hari ini intens kerja online dan offline. Plus ngurusin penutupan rekening Abah: BNI dan cicilan rumah di BTN. Jadilah cuss dari Karawaci ke Kalibata. Bolak-balik ke Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, sampai ke RSPAD (huhu jadi ngebayangin Abah di sana, tapi saking lelahnya, jadi nyaris terhapus bayangan-bayangannya). Ah iya, faktor udara panas juga ini pastinya, hehehe. #banyakalesan
Saking keselnya, sampai anak-anak jadi pelampiasan emosi. Huhuhu maafin ya Bayal dan terutama Ilham. I am sorry, I really really love you. Padahal kalian anak ya-team, ya.
Biasanya kalau lagi capek dan rewel gini, Abah jadi pelampiasan. Kasihan banget, ya? Pasti Abah mikir, untung gw udah gak di dunia. But usually he also comforted me. Dengerin curhat, mijitin kaki, bikinin minuman, masakin apa, ngurusin anak-anak. It really really comforted me. I do miss you, Abah. *sobbing
Semoga aku kuat menghadapi semuanya ini. Demi (warisan) anak-anak, biar nafkah Abah terus jalan untuk kebaikan anak-anak, jadi ladang pahala untuk Abah juga.
Hari ini harus sehat. Mau ke Pandeglang untuk buka bersama sekaligus perayaan ultah Eni. Terus masih banyak urusan yang harus diselesaikan. Sehat. Sehat.
Jakarta, 24 April 2021