Orang Tua Tunggal

“Sudah berapa hari Ibun jadi single parent?” tanya Ayal sambil senyum-senyum. Meledek maksudnya. Kalau aku sudah mulai tensi tinggi, mau ‘meledak’.

Ya, aku memang cemas, takut, merasa nggak sanggup menjadi orang tua tunggal sejak kepergian Abah.

Bayangkan, dulu sebagian besar urusan pengasuhan dipegang Abah. Dari mulai bangun pagi dan Sholat Subuh (anak-anak nggak bangun kalau aku yang bangunin, tapi Abahnya baru manggil satu kali aja udah langsung bangun), sampai tidur malam (udah pernah cerita kan, anak-anak masih tidur sama Abahnya, plus pillow talks).

Ada saat-saat aku jadi “single parent”, kalau Abah ada pekerjaan ke luar kota/negeri. Tapi tentu aja nggak sesering Abah yang kutinggalkan dinas rata-rata sebulan dua kali. Daaan, aku selalu kacau balau kalau jadi single parent (diingetin sama Ayal 濫). Messy.

Aku ingat waktu anak-anak masih balita, kalau Abahnya ada dinas, pasti mereka sakit. Ya demam lah, ya batuk pilek lah, ya apa lah. Ada aja. Yang parah, Abah sempat penelitian di Raja Ampat selama hampir dua minggu. Itu anak-anak kompak demam berdarah dan dirawat di RS. Ditambah aku kena tipus juga. 

Beranjak besar, anak-anak udah nggak sakit-sakitan lagi. Tapiiii, ada aja yang bikin aku stress, entah masalah berantem atau aku anggep nggak nurut. Aku ingat waktu di Kyoto ditinggal Abah penelitian di Indonesia, aku telpon Abah nangis-nangis soalnya ada masalah yang nggak bisa aku selesaikan sama anak-anak. Terulang lagi pas aku di Indonesia dan Abah training di Belanda.  Pokoknya, I am lost without you. 

Terakhir sebelum Abah sakit, aku sempat marah. Aku merasa anak-anak nggak nurut sama aku, nurut sama Abahnya aja. Lah siapa yang salah siapa yang marah, ya? Menyedihkan banget aku.  Dan Abah dengan sabarnya bilang aku stress karena pekerjaan, coba istirahat dulu. Aku disuruh nginep di Kalibata semalem buat meredakan stressku. Oh Tuhan betapa aku menyesal, betapa Abah baik banget. 

Sekarang, aku beneran jadi single parent. Aku masih merasa nggak sanggup.

Tangerang, 4 Maret 2021

Leave a comment